Kamis, 08 Januari 2026

Pagi di Kereta Probowangi, Siang di Kereta Wijayakusuma

Bepergian menggunakan modal kereta api adalah hal yang jarang saya lakukan. Untuk transportasi darat saya Bepergian menggunakan modal kereta api adalah hal yang jarang saya lakukan. Untuk transportasi darat saya terbiasa dengan bus, dan pagi ini saya berada di kereta Probowangi dengan rute akhir di Banyuwangi, namun saya tidak turun di Banyuwangi.

Saya tidak akan membahas kemana dan untuk apa saya bepergian kalian, namun saya akan menuliskan apapun sepanjang perjalanan pagi ini. Kereta Probowangi ini berangkat dari stasiun tempat saya berangkat pukul 07.34 wib, dan saya telah datang di stasiun sejak pukul 06.00 wib. Ketika mendekati pukul 06.30, kami segera masuk melewati pos pemeriksaan dan menunggu kereta datang di ruang tunggu sebelah dalam, dekat dengan jalur kereta.

Saya bersama istri dan anak menunggu di ruang tunggu tersebut, kami duduk di kursi yang tersedia, sambil melihat berbagai hal di sekeliling kami, salah satu yang menarik perhatian saya adalah peta jalur kereta Jawa-Madura.

Ternyata jalur kereta api di pulau Jawa banyak dan tersebar, namun sayang beberapa dalam status tidak aktif, salah satunya adalah jalur kereta api di Kabupaten Rembang dan Tuban. Sebenarnya Kabupaten Rembang dilalui jalur kereta dari Bojonegoro, kemudian naik ke utara hingga masuk ke kecamatan Pamotan, Lasem, dan Rembang. 

Jalur kereta api di Kabupaten Rembang mulai tidak aktif di awal tahun 1990-an, alasan yang saya baca adalah moda kereta api kalah bersaing dengan moda transportasi lain kala itu. Rel dan bangunan stasiun di Kabupaten Tembang sudah banyak yang hilang, hanya satu bangunan stasiun yang masih ada, namun berubah jadi tempat berjualan, yaitu stasiun Rembang kota.

Pukul 08.05 wib, kereta yang kami naiki sudah memasuki stasiun Probolinggo, masih dua jam lagi perjalanan ini sampai ke stasiun tujuan. Kereta yang saya naiki ini berjenis kereta ekonomi, dengan formasi bangku 3-2 dalam satu baris, sandaran tegak tapi cukup empuk, dan sudah dilengkapi AC yang mencakup keseluruhan gerbong.

Kereta ini beberapa kali berhenti cukup lama di beberapa stasiun, karena harus berpapasan dengan kereta lain. 

***

Jam tangan di lengan kiri saya menunjukkan pukul 14.13 wib, dan kini saya dalam perjalanan kembali. Dalam perjalanan ini, kereta yang saya naiki adalah kereta Wijayakusuma, rute kereta ini adalah cilacap-banyuwangi, dan gerbong yang saya naiki adalah gerbong ekonomi premium.

Jam 14.15, kami berhenti di stasiun Klakah. Dalam perjalanan kembali ini yang saya rasakan hanya mengantuk, tapi belum bisa tidur. Jika dibandingkan dengan kereta waktu berangkat pagi tadi, AC kereta Wijayakusuma ini kurang dingin, setidaknya kurang terasa.

Saya ingin meneruskan menulis, tetapi mata saya sudah sangat berat, saya akan memilih tidur dulu. Nanti kalau memang ingin, saya akan meneruskan tulisan ini, atau membuat rumusan selanjutnya.

Pukul 14.35 wib, kereta masih melaju di Kabupaten Probolinggo, diiringi hujan deras yang membasahi kaca jendela. Suasana Kabupaten Probolinggo dan Jember yang kami lalui hari ini, cukup menyenangkan. Masih terlihat bukan kita besar, banyak hamparan sawah saya lihat sepanjang perjalanan hari ini, dan didukung suasana yang tidak panas, mungkin karena dataran tinggi.

Sekitar dua jam lagi saya akan sampai di stasiun tujuan. Tujuan bepergian terlaksana dengan baik, dan Alhamdulillah lancar.

Mungkin cukup tulisan saya kali ini, saya tidak tahu harus menulis apa lagi.

Pagi di Kereta Probowangi, Siang di Kereta Wijayakusuma

Bepergian menggunakan modal kereta api adalah hal yang jarang saya lakukan. Untuk transportasi darat saya Bepergian menggunakan modal kereta...