Senin, 21 September 2026

Menyikapi Hasil PISA 2025: Optimisme Pendidikan di Tengah Gelombang Masalah


Awal bulan September ini, Indonesia menerima kabar yang menggembirakan dalam dunia pendidikan, skor PISA Indonesia mengalami kenaikan. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), lembaga yang membidani Programme for International Student Assessment (PISA) telah mengeluarkan hasil tahun 2025. Dalam laporan tersebut ranking PISA Indonesia mengalami kenaikan dibandingkan hasil tahun 2022.

Melansir dari press release Kemendikdasmen, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin menyampaikan bahwa di tengah tren penurunan skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia cenderung stabil, bahkan mengalami kenaikan dalam bidang literasi dan sains.

Skor sains Indonesia tahun 2025 sebesar 389, naik 6 poin dibandingkan hasil tahun 2022. Sedangkan pada bidang literasi, skor indonesia juga naik sebesar 6 poin, dari 359 menjadi 365. Sementara itu, bidang matematika mengalami penurunan skor, dari 366 di tahun 2022 menjadi 364. Namun, secara umum skor keseluruhan yang diraih Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara anggota OECD lainnya.

Ditengah suasana sosial politik yang tidak menentu seperti sekarang ini, hasil PISA yang diperoleh tentunya memberikan sedikit kesejukan bagi bangsa ini. Berbagai problematika yang dihadapi dunia pendidikan sekarang ini, nyatanya tidak serta merta membuat semangat bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan menjadi menurun. Minimal hasil PISA tahun 2025 ini dapat memberikan optimisme akan masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah.

Melihat hasil keseluruhan yang masih menempatkan Indonesia di bawah negara anggota OECD yang lain, tentu pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk mendorong kualitas pendidikan Indonesia. Kemendikdasmen telah cepat bertindak untuk menindaklanjuti hasil PISA tahun 2025 ini.

Kemendikdasmen telah mengeluarkan empat pilar strategi utama. Pertama, penguatan kompetensi guru. Strategi yang dijalankan adalah pemenuhan kualifikasi akademik bagi guru melalui program profesi guru (PPG), serta penguatan kompetensi pedagogik dan digital, termasuk kemampuan dalam hal koding dan kecerdasan artifisial.

Kedua, Kemendikdasmen akan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui implementasi pembelajaran mendalam, digitalisasi dalam pembelajaran, serta penguatan literasi-numerasi dan karakter siswa. Ketiga, Kemendikdasmen akan melakukan harmonisasi kerangka Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan merujuk pada kompetensi bernalar pada kerangka PISA. Sedangkan keempat, penguatan peran keluarga dalam gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KIH) dan penguatan kemitraan orang tua dalam pembelajaran mendalam.

Empat pilar strategi utama tersebut baru bisa berjalan dengan maksimal jika terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Tanpa itu semua, kebijakan ini hanya akan sekedar menjadi kebijakan di atas kertas saja.

Peningkatan kualitas pendidikan dewasa ini menghadapi banyak tantangan. Kenyataan di lapangan masih banyak dijumpai berbagai masalah yang dari dulu belum terselesaikan. Mulai dari kualitas sekolah yang belum setara, saran dan prasarana pendidikan yang belum memadai, kesejahteraan guru yang belum tercukupi, dan kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat dalam pendidikan juga belum terbangun merata.

Tentu kita tidak boleh pesimis dengan semua kenyataan ini, namun kita juga harus realistis. Bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkadang tidak berjalan dengan baik. Kebijakan-kebijakan yang memang memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terkadang kalah dengan kebijakan yang populis dan politis.

Mari kita lihat beberapa tahun mendatang, apakah empat pilar strategi utama ini dapat menghasilkan peningkatan skor PISA, atau malah tidak berjalan dan tidak memberikan dampak apa-apa. Mari kita tunggu.

Menyikapi Hasil PISA 2025: Optimisme Pendidikan di Tengah Gelombang Masalah

Awal bulan September ini, Indonesia menerima kabar yang menggembirakan dalam dunia pendidikan, skor PISA Indonesia mengalami kenaikan. Organ...