Entah mengapa pagi ini ide untuk menulis terasa buntu, bahkan ketika saya sekarang menulis tulisan ini, saya masih tidak tahu harus menulis apa. Saya sudah mencoba menggunakan Kecerdasan Artifisial (AI) untuk memberikan saran mengenai ide tulisan, dan hasilnya sama saja. Ya, AI memang tidak mengenal saya secara pribadi, wajar saja dia tidak tahu apa yang menjadi minat atau ketertarikan saya dalam menulis.
Oleh karena itu, sebagai bentuk usaha untuk konsisten menulis, saya akan tetap berusaha menulis, namun kali ini saya akan memakai teknik observasi sebagai cara menulis. Saya akan mencoba menjelaskan beberapa benda yang saya miliki, dimana benda tersebut membantu produktivitas saya sebagai guru.
Seperti layaknya seorang tentara yang membutuhkan senjata untuk menjalankan tugasnya, guru pun memerlukan “senjata” untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Setiap orang mungkin mempunyai preferensi yang berbeda, namun inilah beberapa benda yang membantu produktivitas saya sebagai seorang guru.
Laptop Lenovo X250
Sekarang saya menggunakan laptop Lenovo Thinkpad X250 sebagai senjata utama dalam hal produktivitas, sebelumnya saya menggunakan Toshiba Satellite keluaran tahun 2009 yang sekarang harus pensiun setelah 15 tahun menemani saya bekerja.
Laptop X250 ini saya beli bekas melalui aplikasi belanja warna oranye. Kenapa saya membeli laptop ini? yang pertama adalah pertimbangan harga. Saat ini untuk mendapatkan laptop baru dengan spesifikasi prosesor bukan Celeron, maka dibutuhkan budget minimal 6 jutaan. Kalau Laptop baru dengan prosesor Celeron, budget 4 jutaan sudah cukup untuk membelinya.
Namun dengan tuntutan pekerjaan yang dewasa ini mensyaratkan untuk memasukkan dunia digital dalam pembelajaran, maka laptop dengan prosesor Celeron menurut saya tidak memenuhi kebutuhan saya. Dengan budget yang tidak banyak akhirnya saya memutuskan untuk membeli laptop Thinkpad generasi X250.
Laptop ini dikenal “badak” dan cukup nyaman, dan saya merasakan itu juga. Di pasaran laptop jenis ini banyak ditemukan dalam kondisi bekas, biasanya berasal dari berbagai perusahaan yang meremajakan laptop kerja mereka.Jadi rata-rata laptop X250 ini adalah bekas perusahaan, yang dijual karena peremajaan, bukan karena bermasalah. Walaupun yang namanya laptop bekas, tentu ada kekurangannya.
Untuk sistem operasinya saya menggunakan Linux Mint secara penuh. Kenapa? Ya, memang saya sudah sejak lama berencana untuk migrasi dari Windows ke Linux, tentu adalah alasan dibalik langkah saya tersebut, baik alasan personal maupun logis.
Alasan logis saya menggunakan sistem operasi linux adalah gratis, Sudah lengkap dengan berbagai aplikasi yang saya butuhkan, dan tentu saja lebih aman dari serangan virus jika dibandingkan dengan Windows. Tentu ada banyak tantangan ketika saya menggunakan sistem operasi yang berbeda dengan kebanyakan orang, selama saya tidak masalah, maka hal tersebut juga tidak menjadi masalah bagi saya.
Gawai Android
Sekarang, setiap orang rasanya tidak bisa dilepaskan dari benda kecil berbentuk kotak yang bernama smartphone. Sama seperti orang lain, saya juga menggunakan gawai android, namun aplikasi yang terpasang di dalamnya memang ditujukan untuk membantu produktivitas kerja.
Beberapa aplikasi tersebut adalah OKEN scanner, Zoom, Google Authenticator, Gemini, Epson smart panel, google sheets, dan google doc. OKEN dipergunakan untuk melakukan pemindaian dokumen menjadi dokumen digital, Zoom digunakan untuk melakukan telekonferensi atau mengikuti webinar, Google Authenticator digunakan sebagai keamanan tambahan berbagai situs pemerintah yang berkaitan dengan profesi saya, Gemini digunakan untuk melakukan riset atau mencari informasi mengenai berbagai hal yang diperlukan, Epson digunakan untuk melakukan cetak (print) tanpa kabel (wireless), serta google sheets dan google doc digunakan untuk menangani file excel atau doc yang harus diakses secara cepat.
VEIKK pen tablet
Benda ini merupakan senjata utama saya ketika melakukan pembelajaran jarak jauh saat pandemi Covid-19. Pen tablet merupakan perangkat yang dihubungkan ke laptop dan memungkinkan kita untuk bisa membuat tulisan atau gambar dengan menggunakan stylus pen.
Saya menggunakan perangkat ini sebagai alat bantu ketika menggunakan papan tulis digital. Perangkat ini membantu saya untuk mengajar seperti menggunakan papan tulis, ketika pembelajaran harus dilakukan secara daring.
Miracast Dongle
Alat ini merupakan pengganti kabel LCD proyektor, dengan adanya dongle ini, kita bisa menghubungkan laptop dengan LCD Proyektor tanpa menggunakan kabel (wireless). Cukup dengan kemampuan “casting” google chrome, kita dapat menampilkan layar laptop kita ke LCD proyektor tanpa kabel dan tanpa aplikasi tambahan.
Namun sayangnya alat ini tidak bisa bekerja di laptop saya, bukan karena laptopnya tidak mendukung, namun lebih kepada sistem operasi linux yang memiliki keterbatasan.
Setidaknya saya masih bisa menghubungkan gawai android ke LCD proyektor dengan bantuan alat ini. Jadi saya tetap bisa melakukan presentasi menggunakan LCD proyektor saat pembelajaran, walaupun bahan atau media ajar tersimpan di gawai android.
Demikianlah beberapa senjata yang menunjang profesi saya sebagai seorang guru. Saya yakin anda juga punya senjata andalan masing-masing, silahkan tulis di kolom komentar jika berkenan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar