Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi kantor Kompas di Surabaya, bukan karena mendapatkan undangan, namun ada satu acara yang digelar disana, obral buku. Di salah satu bagian dari gedung tersebut, mungkin saja sebuah gudang, buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit kompas dijual dengan harga yang murah. Dalam kesempatan tersebut, saya datang bersama anak saya.
Ada buku yang dijual dengan harga sepuluh ribu rupiah, ada yang diskon 35%, ada juga paket literasi seharga dua ratus ribu rupiah mendapatkan 60 buku. Pilihan saya jatuh pada buku-buku yang dijual sepuluh ribu rupiah, total saya menghabiskan tiga puluh ribu rupiah untuk tiga buah buku. Ketiga buku tersebut berjudul Dogfight, Your Journey to be The Ultimat3u, dan A Story that says I survived. Dua buku yang pertama dalam proses baca, sedangkan buku terakhir belum saya baca sama sekali. Dalam tulisan ini saya akan mencoba membagikan kesan saya terhadap ketiga buku ini.
1. Dogfight
Buku ini tidak membicarakan tentang anjing yang sedang bertengkar, buku ini membahas mengenai pesawat terbang militer atau pesawat tempur. Saya mengenal istilah dogfight dari sebuah video Youtube tentang film Top Gun: Maverick yang dibintangi oleh Tom Cruise.
Dogfight merupakan istilah pertempuran antar pesawat tempur, seperti duel satu lawan satu. Buku ini mengulas berbagai peristiwa pertempuran antar pesawat tempur sejak pertama kali pesawat digunakan sebagai alat tempur dalam peperangan.
Buku yang ditulis oleh A. Winardi ini memberikan contoh peristiwa dogfight yang terjadi dalam berbagai peristiwa pertempuran, mulai dari perang dunia pertama, perang dunia kedua, dan perang-perang lainnya. Diulas juga bagaimana evolusi pesawat tempur dari dulu hingga sekarang.
Ternyata pada periode awal pesawat digunakan sebagai alat tempur, pertempuran dogfight tidak dilakukan dengan cara saling menembakkan rudal antar pesawat, tapi menggunakan pistol. Jadi pada perang jaman dahulu, pilot pesawat tempur saling beradu tembak dengan pistol di tangan, sembari menerbangkan pesawat.
Ada sebuah kesepakatan tidak tertulis dalam pertempuran dogfight, pilot yang berhasil menjatuhkan banyak pesawat musuh akan mendapatkan sebutan Ace. Sebutan ini diberikan kepada pilot yang minimal telah menjatuhkan lima pesawat tempur lawan. Sebutan ini seperti gelar kehormatan yang tidak tertulis bagi pilot pesawat tempur, pilot dengan gelar Ace akan disegani oleh kawan maupun lawan dalam peperangan.
2. Your Journey to be The Ultimat3u
Buku ini menarik perhatian saya karena sampulnya yang hitam, bahkan judul buku ditulis dengan warna kehitaman, jika dilihat dari jauh seperti buku bersampul hitam. Hal itulah yang membuat saya tertarik untuk melihat dan membaca sinopsisnya.
Rene Suhardono, sang penulis buku, menyatakan bukunya ini bukanlah buku motivasi. Dia menyatakan bahwa buku ini bisa saja memberikan inspirasi melalui kisah-kisah sederhana nan bermakna. Dan memang benar, dari beberapa halaman yang telah saya baca, saya masih tidak tahu buku ini secara spesifik membahas apa, yang saya tangkap adalah buku ini berisi pengalaman sang penulis terhadap suatu peristiwa yang dilaluinya dan merefleksikan hikmahnya.
Membaca buku ini santai, kepala tidak pusing mencerna makna tulisan, mengalir saja. Menurut saya, buku ini adalah buku motivasi yang tidak berniat untuk memotivasi, penulis seperti ingin membagikan insight yang didapatkannya dari suatu peristiwa, namun tidak niat untuk berbagi.
Intinya, buku ini adalah buku santai, mengalir, entah kemana tujuannya, tapi layak dibaca jika kita ingin membaca tanpa harus membuat pusing kepala.
3. A Story that says I Survived
Saya belum membaca buku ini, masih terbungkus sampul plastik. Buku karya Eni Rosita ini sepertinya bercerita bagaimana pengalaman penulis untuk bangkit dari suatu peristiwa buruk yang menimpanya.
Dalam sinopsis diceritakan bahwa penulis adalah seorang pelari wanita, dimana dalam suatu event lari, kakinya disiram air keras oleh orang yang tidak dikenal. Alhasil penulis mendapatkan luka yang cukup serius dan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih kembali.
Penulis ingin membagikan bagaimana proses dirinya untuk bangkit, tidak hanya sembuh dari luka fisik, namun juga memulihkan mentalnya yang trauma karena peristiwa tersebut. Dalam sinopsis tersebut disebutkan bagaimana perjuangan penulis untuk sembuh, sembari tetap bekerja dan mengurus keluarga.
Proses pemulihan yang menyakitkan, proses melupakan kejadian dan memaafkan pelaku yang tidak diketahuinya, dan terus mencoba untuk bangkit, merupakan hal yang sangat positif. Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk membaca buku ini. Setidaknya mungkin saya bisa merasakan dan menangkap semangat penulis untuk bangkit, ketika saya membacanya nanti.
***
Inilah tiga buku obral yang saya beli. Sebenarnya dalam obral buku di kantor Kompas kemarin banyak buku biografi yang masuk kategori obral. Namun sayang, tokoh-tokoh dalam buku tersebut kurang menarik bagi saya. Mungkin jika ada biografi BJ Habibie, saya akan tertarik untuk membelinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar