Minggu, 22 Februari 2026

Puasa Tetap Nyala: Proyek STEM untuk Siswa Kelas IX di Bulan Ramadhan


Melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam kondisi berpuasa merupakan tantangan tersendiri, menjaga tetap fokus dalam kondisi tidak makan dan minum hampir seharian adalah hal yang cukup menantang, baik untuk guru maupun untuk siswa. Sebagai seorang guru, saya harus memutar otak agar aktivitas pembelajaran dapat berjalan semaksimal mungkin dan dan menyeimbangkannya dengan kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan oleh sekolah.

Jam pembelajaran yang harus dikurangi menjadikan target penyelesaian materi seperti biasanya menjadi tidak logis. Ditambah kemungkinan fokus siswa yang agak berkurang, maka perlu direncanakan kegiatan pembelajaran yang adaptif. Bagi saya pembelajaran teoritis sepertinya bukan pilihan yang bijak, sehingga saya berencana melaksanakan kegiatan pembelajaran yang kontekstual, dan sebisa mungkin lebih banyak kegiatan praktek untuk menarik perhatian dan minat belajar siswa. Dua hal yang terbesit di benak saya adalah STEM dan Kokurikuler.

Saya belum tahu bagaimana mengaplikasikannya, namun ide yang muncul jauh-jauh hari sepertinya cocok dan dapat diaplikasikan. Ada dua tema yang mungkin akan saya coba kerjakan selama Ramadhan ini yaitu Hidroponik dan Pembelajaran STEM dengan Arduino, keduanya saya tujukan untuk siswa kelas IX. 

Praktek Menanam dengan metode Hidroponik akan saya kemas sebagai pembelajaran IPA dan Kokurikuler. Kegiatan ini saya pilih karena salah satu materi kelas IX di semester ini adalah pewarisan sifat di bioteknologi, dan saya merasa kegiatan Hidroponik dapat dikategorikan sebagai salah satu aplikasi bioteknologi.

Saya mengampu kelas IX-A dan IX-B, di masing-masing kelas tersebut saya telah membagi siswa menjadi empat kelompok. Setiap kelompok akan belajar melakukan metode tanam hidroponik. Bahan-bahan seperti media tanam rockwool, benih dan nutrisi AB telah dipersiapkan. Jenis tanaman yang akan ditanam adalah tanaman sayur karena secara teori memiliki waktu tanam hingga panen yang cukup singkat berkisar satu sampai dua bulan. 

Sedangkan kegiatan belajar Arduino merupakan percobaan saya untuk mengaplikasikan STEM dalam pembelajaran, dan masih terkait dengan materi listrik dinamis di semester sebelumnya. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah sebuah produk yang memanfaatkan arduino. Saya memilih kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk asesmen unjuk kinerja atau ujian praktek untuk kelas IX. Ketika nanti sudah tiba waktunya ujian praktek, maka setidaknya saya telah melaksanakannya lebih dahulu.

Arduino dan Hidroponik dipilih karena kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, namun lebih banyak praktek. Biasanya siswa lebih menyukai kegiatan praktek daripada belajar secara teoritis. Saya cukup menaruh harapan kepada kedua kegiatan ini, semoga siswa dapat antusias dan memperoleh pengalaman baru yang mungkin kelak akan berguna bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang.

Kedua kegiatan ini menurut saya memenuhi unsur STEM, dan cocok dilaksanakan dengan model pembelajaran berbasis proyek. Saya akan mencoba menganalisis unsur STEM dan kedua kegiatan ini, seperti berikut:


Unsur

Hidroponik

Arduino

Science

mempelajari bagaimana konsep bertanam hidroponik.

Memahami konsep arduino dan bahasa pemrograman yang digunakan

Technology

membuat sistem hidroponik sederhana, yaitu sistem sumbu

praktek arduino, membuat tempat sampah berbasis sensor jarak

Engineering

Mencoba menanam sayuran secara hidroponik dengan memanfaatkan berbagai barang bekas yang ada

membuat prototipe produk tempat sampah dengan memanfaatkan arduino dengan sensor jarak

Mathematics

melakukan perhitungan masa masa pembenihan, masa tanam, dan komposisi larutan nutrisi AB

menghitung berbagai besaran yang digunakan dalam pemrograman, dan kebutuhan alat dan bahan yang dibutuhkan


Tabel di atas adalah rencana pembelajaran STEM untuk materi hidroponik dan arduino, saya yakin masih jauh dari kata sempurna. Mungkin nanti dalam pelaksanaannya akan muncul tantangan dan hambatan, semoga saya dan siswa bisa tetap bersemangat untuk terus belajar dan mencoba.

Saya berharap kegiatan pembelajaran di bulan Ramadhan ini menjadi pembelajaran yang bermakna, baik dari segi spiritualitas dan ilmu pengetahuan. Semoga siswa bisa mengikuti semua kegiatan di bulan suci ini, tetap menjaga semangat ibadah dan membawa spirit Ramadhan tersebut dalam aktivitas belajar mereka. Semoga terlaksana dan berhasil.

Nanti saya akan mengupdate bagaimana perkembangan kedua kegiatan ini lewat tulisan di blog ini. Selain membaca tulisan ini anda bisa juga berkomentar atau memberi saran, bagaimana menurut anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ramadan Produktif: Semangat Siswa SMPN 4 Satu Atap Kragan Memulai Proyek Hidroponik

Di postingan sebelumnya saya telah menuliskan rencana proyek IPA yang akan dilakukan siswa kelas IX, dan hari ini salah satu dari proyek ter...